close
angkajitu88.com
Tampilkan postingan dengan label Tips Praktis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Praktis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

Tips Untuk Melindiungi Diri dari Pelecehan Seksual.

Tips Hindari Pelecehan Seksual (foto:zrawa)
Pemerkosaan brutal di dalam bus yang menewaskan seorang mahasiswi India di New Delhi beberapa waktu lalu, semakin membuka mata dunia bahwa kekerasan pada perempuan bisa terjadi di manapun dan kapan saja. Tidak hanya di India, tindak kekerasan dan pelecehan seksual juga kerap menjadi teror bagi wanita di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Sudah beberapa kali kita mendengar kasus pemerkosaan yang terjadi di angkot. Belum lagi pelecehan seksual di bus hingga perampokan di dalam taksi. Bahkan pemerkosaan yang dilakukan kekasih sendiri. Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita untuk bisa melindungi dirinya, terutama saat sedang bepergian sendirian.

"Pelecehan seksual adalah hal yang menjijikan dan orang yang mengalaminya jelas bisa menderita trauma. Dia harus selalu waspada dan menyiapkan diri untuk menghadapi insiden itu dengan lebih sadar keadaan sekitar," ujar Dr. Jitendra Nagpal, psikiater dari Moolchand Medcity, New Delhi.

Sabtu, 28 Juli 2012

Pilih Mana Yaach...?? Beli Lensa atau Beli Lampu Kilat / Flash

Salah satu pertanyaan menarik yang saya dapat dari komentar di blog ini adalah apakah lebih baik membeli flash dulu atau membeli lensa yang lebih baik kualitasnya daripada lensa kit (lensa bawaan saat membeli kamera untuk pertama kali).

Apa yang saya baca dari laman InfoFotografi di facebook, jauh lebih banyak yang memprioritaskan lensa daripada lampu kilat. Saya sendiri pada awalnya juga begitu. Dahulu, saya sering ditugaskan sebagai fotografer dokumentasi acara. Saya pikir lensa yang berkualitas tinggi dan berbukaan besar akan bisa memecahkan masalah saya. Tapi lensa sendiri, baik yang kualitasnya tinggi sekalipun, gagal memecahkan masalah saya dalam pencahayaan.
Flash Canon 580EX
Seringkali di ruangan, cahaya lingkungan bercampur baur dari cahaya dari lampu di dalam ruangan yang kadang berwarna tidak sama, dan matahari dari luar yang masuk ke dalam ruangan melalui jendela. Selain itu, cahaya di dalam ruangan biasanya sangat sedikit, sehingga meski saya mengunakan lensa dengan bukaan sangat besar pun masih harus menaikkan ISO cukup tinggi, akibatnya kualitas foto menurun karena noise yang tinggi dan saturasi warna yang hilang.

Setelah menghabiskan puluhan juta untuk membeli lensa, akhirnya saya membeli lampu kilat pertama saya yang seharga dua jutaan. Dengan lampu kilat ini, kualitas foto saya secara konsisten meningkat dari acara ke acara.

Dari sini saya menyadari bahwa, mengandalkan lensa dan cahaya lingkungan semata, sering sekali sulit mendapatkan hasil foto sesuai dengan yang kita inginkan. Maka dari itu, lampu kilat merupakan suatu investasi yang sangat baik untuk saya.

Beberapa tahun belakangan ini, saya semakin menyadari bahwa dengan mengunakan lampu kilat, saya bisa belajar banyak tentang pencahayaan (salah satu pilar utama fotografi) dan saya berharap membeli lampu kilat jauh-jauh hari sebelumnya.

Lalu kenapa sebagian besar dari kita berbondong-bondong memilih lensa berkualitas tinggi daripada lampu kilat? Ada beberapa asumsi yang terbersit di benak saya diantaranya:
  • Lampu kilat apalagi lampu studio itu mahal
  • Lampu kilat susah dipakai (tekniknya sulit dipelajari)
  • Sulit mendapatkan foto yang alami dengan lampu kilat
Sebenarnya asumsi itu tidak semuanya benar, misalnya lampu kilat itu sebenarnya tidak begitu mahal relatif dibandingkan dengan lensa dengan kualitas tinggi yang lebih dari 10 juta rupiah. Dengan 10 juta, Anda bisa mendapatkan 2 set lampu studio lengkap dengan payung, tas, dan sebagainya (buatan Cina tentunya hehe). Lampu kilat portable (yang bisa dipasang di atas kamera) rata-rata hanya dua jutaan per lampu.

Lalu, apakah lampu kilat susah dipakai? Nah untuk yang ini saya rasa ada benarnya. Bila kita mengunakan lampu kilat, eksposur cahaya tidak hanya bergantung pada bukaan, shutter speed dan ISO saja, tapi sudah ada variabel baru yaitu kekuatan flash, jarak flash terhadap subjek dan overlap antara cahaya flash dan cahaya lingkungan.

Dan apakah memakai flash membuat foto kelihatan tidak alami? Nah ini tergantung, flash bisa merusak foto bila tidak digunakan dengan baik, tapi akan menjadi luar biasa bila digunakan dengan benar. Untuk ini memang harus di pelajari tekniknya (lihat poin diatas).

Balik ke topik utama
Siapa yang memerlukan lensa, siapa memerlukan flash? Saya pikir ini balik lagi ke kepribadian dan jenis foto yang disukai:
  • Bila Anda menyukai suka foto di luar ruangan secara alami seperti pemandangan/landscape, street photography maka kemungkinan besar flash bukan aksesoris yang penting. Aksesoris seperti tripod yang kokoh, atau filter yang berkualitas mungkin lebih penting.
  • Bila Anda menyukai bekerja di dalam ruangan (studio) sehingga bisa bekerja kapan saja baik siang, malam, subuh, dan menyukai kemampuan mengendalikan pencahayaan secara total maka investasi ke sistem lampu kilat lah yang lebih penting daripada lensa.
  • Ada juga yang suka-dua-duanya atau campuran, yaitu fotografer yang menyukai mengunakan cahaya alami dan dipadu dengan lampu kilat. Untuk golongan ini, saya sarankan untuk mengatur dana yang cukup seimbang untuk lensa dan lampu kilat.

Sumber : infofotografi.com

Tips Panduan Memilih Flash Ori atau Non-Original

Salah satu alat yang sangat membantu untuk meningkatkan fotografi kita adalah lampu kilat eksternal. Lampu kilat eksternal bisa membantu kita bukan hanya di kondisi cahaya yang sulit, tapi juga membantu kita mewujudkan visi kreatif pencahayaan kita.

Bagi pemula, flash mungkin sebuah hal yang asing, maka itu perlu sedikit wawasan sebelum membeli flash. Di pasaran, ada flash yang mereknya sama dengan merek kamera, misalnya Canon, Nikon, Sony, (yang akan saya sebut versi original /ori) dan juga banyak flash buatan pihak ketiga seperti dari Cina seperti YongNuo dan Nissin.
Flash Canon

Flash Nikon

Flash Sony
Flash Yongnuo

Flash Nissin

Beda flash yang ori dengan non-ori biasanya terletak pada harga dan kontrol kualitas (QC). Produk ori memiliki QC yang lebih ketat namun harganya bisa berlipat lebih mahal karena penjualannya melalui sistem distribusi tradisional yaitu dari pabrik->distributor besar-> distributor grosiran/dealer/agen ->pengecer sehingga jatuhnya ke pelanggan mahal. Sedangkan sistem distribusi seperti produk non-ori biasanya langsung didistribusikan oleh pabrik langsung ke pengecer atau pelanggan, sehingga jatuhnya lebih murah.

Kelebihan lain produk ori yaitu terletak pada teknologi yang dipakai biasanya up-to date dengan teknologi kamera, dan juga memperhatikan kompatibilitas dengan banyak produk di masa lalu dan di masa depan, sedangkan yang non-ori sering berubah-ubah setiap tahun sehingga aksesoris yang dibeli saat ini, satu, dua tahun lagi saat ganti kamera mungkin sudah tidak kompatibel lagi dan harus membeli versi barunya. Hasil dari flash ori juga lebih konsisten dan akurat.

Bagi mempunyai budget rendah, tapi membutuhkan flash, sepertinya merek non-ori bisa menjadi andalan, tapi bila yang memiliki dana lebih, tidak ada salahnya membeli yang ori, karena lebih tahan banting, layanan purna jual lebih baik dan juga hasil lebih konsisten. Bila ingin membeli beberapa lampu kilat, sebaiknya memilih merek atau model yang sama karena hasilnya akan lebih konsisten dari suhu warna cahaya dan output. Selamat menimbang-nimbang.

Sumber : infofotografi.com

Rabu, 18 Juli 2012

Tips Cara Berinvestasi Emas

Cara tepat berinvestasi Emas
Emas merupakan salah satu bentuk investasi yang banyak diminati. Hal itu karena, jenis logam mulia tersebut tidak terpengaruh oleh inflasi. Jika Anda memilih untuk berinvestasi, belilah emas yang berupa batangan atau koin. Namun untuk sekedar mengoleksi dan berjaga-jaga di kala keadaan finansial sulit, bisa memilih yang berupa perhiasan. Dikutip dari berbagai sumber, simaklah beberapa tips berinvestasi dengan emas.

1. Apa Tujuan Anda Membeli Emas?
Sebelum membeli emas, tetapkan dahulu tujuan Anda. Jika ingin berinvestasi, pilihlah emas batangan atau koin, karena nilai intrinsiknya yang relatif besar. Sedangkan untuk perhiasan sekaligus tabungan, maka bisa memilih emas yang memiliki kadar yang tinggi. Untuk emas perhiasan, nilai jualnya relatif lebih tinggi jika kemilaunya masih terjaga dengan sangat baik.
2. Cek Harga Emas Saat Ini
Harga emas berbeda setiap harinya, jadi Anda wajib mengeceknya di pasaran. Bukalah situs-situs yang mengkhususkan untuk hal ini seperti logammulia.com, pegadaian.co.id atau harga-emas.com. Di situs ini Anda bisa melihat langsung harga-harga emas sesuai jenisnya. PT. Antam bahkan mengumumkan harga emas dua kali dalam sehari. Harga emas yang diumumkan oleh PT. Antam itulah yang menjadi patokan harga emas nasional.
3. Tempat Membeli Emas
Belilah emas di toko yang memiliki reputasi yang jelas. Hal ini berguna untuk memberikan rasa aman dan kualitas yang baik. Perhatikan juga harga jual kembali di toko tersebut, jangan sampai harga jual kembali turun drastis. Hindari membeli emas dengan harga sama sesuai yang tercantum di surat. Untuk rekomendasi yang terjamin dan bersertifikat, pilihlah PT. Antam atau Pegadaian.
4. Cek Keadaan Fisik Emas
Dalam memilih emas, diutamakan yang tampilannya bersih tanpa noda hijau di pori-porinya. Tandanya emas tersebut belum dicuci dengan benar dan masih meninggalkan sisa kimia yang bisa menyebabkan alergi. Jika Anda memilih untuk membeli emas dalam bentuk perhiasan, periksalah dengan baik apakah ada goresan, cekungan maupun cacat lainnya. Karena saat Anda hendak menjualnya kembali, hal ini akan mempengaruhi harganya.
5. Tanya Kadar kemurnian Emas
Menurut harga-emas.com, standar internasional kadar kemurnian emas adalah sebagai berikut; emas 24 karat adalah emas murni (99.99%), 22 karat memiliki komposisi 91.7% emas dan dicampur bahan lain 8.3% (biasanya bahan perak), 20 karat memiliki kompoisis 83.3% emas, 18 karat memiliki komposisi 75% emas, 16 karat memiliki komposisi 66.6% emas, 14 karat memiliki komposisi 58.5% emas, 9 karat memiliki komposisi 37.5% emas.
6. Simpan Segala Bentuk Surat dengan Baik
Setelah membeli, Anda akan mendapatkan beberapa surat seperti kuitansi, sertifikat emas hingga nota pembelian. Simpanlah semua surat yang diperoleh dengan baik, karena akan diperlukan saat akan dijual kembali. Jika surat-surat penting ini hilang, harga emas Anda bisa jatuh. Simpanlah dalam satu plastik bersama dengan emasnya dan kemudian disegel.
7. Menyimpan Emas yang Benar
Memiliki emas sama artinya dengan menyimpan barang berharga atau tabungan. Jika emas yang disimpan di rumah tidak terlalu banyak, gunakan kotak atau brankas pribadi. Jika emas tergolong banyak (batangan 1kg ke atas), maka perlu disimpan di kotak deposit di bank. Biayanya tidak terlalu mahal, dan berbeda-beda antara satu bank dengan yang lainnya.
8. Emas Sebagai Jaminan
Bawalah ke pegadaian dan jaminkanlah, emas tersebut bisa ditebus kembali setelah Anda mempunyai uang. Dalam hal ini emas lebih baik digadaikan, bukan dijual, karena jika Anda membeli emas baru dengan ukuran dan kadar yang sama, belum tentu harganya sama.

Sumber : wolipop.detik.com









Rabu, 27 Juni 2012

Tips Berlibur Nyaman dengan Mobil Pribadi

Libur sekolah hampir tiba. Tidak ada salahnya jika Anda menyempatkan cuti, berhenti dari rutinitas dan menemani buah hati berwisata menikmati liburan.

Libur Bersama Keluarga (foto:mijnpersbericht)
Jalan darat juga bisa pilihan. Salah satunya mobil. Selain efektif buat jalan-jalan, mobil juga bisa menghangatkan keluarga. Dalam perjalanan, Anda bisa sambil cerita yang mendidik, mendengarkan musik, atau bahkan karauke. Semua bisa Anda lakukan tanpa mengganggu orang lain.

Sayangnya, rekreasi menggunakan kendaraan pribadi butuh persiapan matang. Tidak seperti menggunakan  angkutan umum. Karena itu, tentunya, supaya perjalanan tak terganggu Anda harus melakukan berbagaimacam persiapan.

Berikut ini tips yang dilansir oleh Vivanews, agar persiapan saat Anda memutuskan jalan-jalan ke luar kota menggunakan kendaraan pribadi:
  1. Jaga kondisi badan Anda, dengan olah raga beberapa hari sebelum berangkat. Jika memang medan terlalu jauh, ada baiknya Anda mencari keluarga pengganti yang bisa menyetir, seperti istri.
  2. Periksa kondisi mobil. Tentu, jika mobil Anda keluaran terbaru mungkin masih sedikit masalah dan kerusakan. Tapi sebaliknya, jika mobil Anda sudah agak tua, periksa sebaik mungkin untuk mengurangi potensi mogok atau rusak di jalan.
  3. Periksa kondisi tekanan ban dan kedalaman alur ban. Jika sekiranya sudah perlu ganti, ada baiknya Anda mengganti dulu. Tekanan ban yang cukup dan alur ban yang baik akan menghindari keretakan ban karena jalanan yang panas. Jangan mengambil risiko menggunakan ban yang sudah tipis. Ingat, isilah ban Anda dengan angin sesuai ukuran. Bila tekanannya terlalu kecil, tentu akan membuat kenyamanan berkurang, namun jika tekanan angin teralu tinggi, angin di dalam ban bisa mengembang dan meledak.
  4. Periksa kondisi pada kontrol utama kendaraan, seperti kemudi, pedal rem, pedal gas, dan pedak kopling. Pastikan semuanya dapat berfungsi baik untuk mengurangi kecelakaan fatal.
  5. Periksa sistem pendingin mesin (thermostat, engine belt, hoses, cooling fan, dan coolant level) dan periksa sistem pendingin udara (AC) apakah sudah bekerja optimal atau belum.
  6. Periksalah radiator, gunakan cairan untuk mendingin radiator yang berkualitas baik. Dengan menggunakan cairan yang baik dan benar, dapat mengurangi panas pada radiator. Selain itu, air radiator yang baik, juga dapat mengurangi karat pada radiator sehingga mesin tetap stabil.
  7. Jangan membawa barang terlalu banyak, termasuk penumpang, karena dapat menambah beban dan membuat mobil tidak seimbang.
  8. Saat di jalan, beristirahat lah jika Anda letih atau mengantuk. Setelah segar, Anda bisa jalan lagi dengan badan yang sudah prima.
Selamat berlibur....